Menilik Perjalanan Politik Puan Maharani, Diisukan Gantikan Gibran sebagai Wakil Presiden

Wili Wili
4 Min Read
Menilik Perjalanan Politik Puan Maharani, Diisukan Gantikan Gibran sebagai Wakil Presiden. Foto: Bisnis.

JAKARTA, Akurasi.id – Nama Puan Maharani kembali menjadi sorotan publik setelah muncul isu yang menyebutkan bahwa ia diusulkan untuk menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto.

Isu ini mencuat setelah disinggung oleh Jhon Sitorus melalui kanal Youtube MPTV dengan judul “Gara-gara FUFUFAFA, Gibran Bisa Gagal Jadi Wakil Presiden”, yang diunggah pada Sabtu (21/9/2024). Dalam video tersebut, Jhon mengungkapkan bahwa Puan masuk dalam daftar kandidat yang mungkin diusulkan sebagai cawapres.

“Banyak yang berpendapat bahwa Ibu Puan Maharani akan diusulkan menjadi wakil presiden,” ujar Jhon Sitorus, yang dikutip pada Kamis (26/9/2024).

Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Prabowo Subianto maupun Puan Maharani terkait hal ini. Keduanya saat ini tengah dalam pembahasan untuk mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Pertemuan tersebut dikabarkan akan membahas peluang PDIP bergabung dengan koalisi pemerintahan Prabowo Subianto.

“Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin [PDIP bergabung dalam pemerintahan Prabowo],” ujar Jhon Sitorus di Kompleks Senayan, Selasa (24/9/2024).

Sepak Terjang Puan Maharani di Dunia Politik

Sebagai tokoh politik yang berasal dari keluarga besar Soekarno, perjalanan karier politik Puan Maharani sudah dikenal luas. Putri dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, ini mewarisi darah politik yang kuat dari kedua orang tuanya. Ayahnya, Taufik Kiemas, juga merupakan politisi terkemuka yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Lulusan Universitas Indonesia jurusan Komunikasi Massa ini pertama kali terjun ke dunia politik pada tahun 2006 saat bergabung dengan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Kariernya melesat ketika ia ditunjuk sebagai Ketua DPP PDIP periode 2007-2010.

Pada Pemilu 2009, Puan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V (Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali) dan berhasil meraih suara terbanyak kedua secara nasional dengan total 242.504 suara. Karier politiknya di Senayan semakin menanjak ketika ia dipercaya menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPR RI pada tahun 2012-2014.

Pada tahun 2014, Puan kembali maju sebagai calon legislatif namun kemudian mundur setelah dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja.

Puan kembali bertarung di Pemilu 2019 dari Dapil Jateng V dan meraih suara tertinggi dengan 404.034 suara. Prestasinya semakin gemilang ketika ia terpilih sebagai Ketua DPR RI untuk periode 2019-2024.

Penghargaan dan Pengakuan

Tak hanya berkiprah di panggung politik, Puan Maharani juga mendapat pengakuan dalam berbagai bidang. Pada tahun 2022, Puan menerima gelar doktor kehormatan dari Pukyong National University di Busan, Korea Selatan, atas dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender. Ia juga memperoleh gelar doktor kehormatan dari Universitas Diponegoro dalam bidang kebudayaan dan kebijakan pembangunan manusia.

Dengan latar belakang yang kuat dalam dunia politik serta berbagai penghargaan yang diraihnya, Puan Maharani kini menjadi salah satu tokoh kunci dalam perpolitikan Indonesia dan nama besarnya terus bergema, terutama di tengah isu pencalonannya sebagai wakil presiden.(*)

Penulis: Nicky
Editor: Willy

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *